Warung Bebas

Minggu, 01 Juli 2012

Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur

Penyebab Kenapa Anak Susah TidurPenyebab Kenapa Anak Susah Tidur - Tidur adalah suatu hal kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Kurangnya waktu tidur bisa mengankibatkan banyak hal negatif yang akan terjadi pada diri anda. Seperti yang pernah kenzoo tulis dalam artikel sebelumnya bahwa kurangnya tidur anak bisa mengakibatkan obesitas. Bicara tentang masalah tidur terutama untuk buah hati anda, berikut ini kenzoo coba hadirkan beberapa alasan kenapa sang buah hati kesulitan dalam melakukan istirahat. Karena, tentunya anda tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada sang buah hati. Yuk, kita simak alasan tersebut.

1: Dia Terlalu Muda!
Bayi yang mulai tidur sepanjang malam langsung akan menjadi legendaris dan sangat langka langka. Selama dua bulan pertama, bayi baru lahir tidur dengan jadwal teratur, sekitar 12 sampai 18 jam sehari. Pada sekitar tiga sampai enam bulan, harus mulai menjadi teratur. Dari 3 bulan sampai 1 tahun, bayi memerlukan total 14 sampai 15 jam tidur (termasuk tidur siang). Dan saat umur mulai sekitar 9 bulan, 70% sampai 80% bayi akan tidur sepanjang malam yang berarti lima sampai enam jam berturut-turut.

2: Anda Membantu Tidur Nya
Jika orang tua membantu bayi untuk tidur setiap malam, ia tidak akan belajar untuk tidur sendiri. Dan dia mungkin akan menangis untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan, seperti perhatian orang tua untuk bisa kembali tidur. Masukkan dia ke tempat tidur saat dia mengantuk, tetapi belum tidur. Dan cobalah membiarkan dirinya tenang dan belajar untuk tidur sendiri, bahkan jika ia terbangun di tengah malam.

3: Dia Terlalu Lelah
Balita dan anak prasekolah bisa menjadi mudah marah tanpa tidur yang cukup (baca juga : Tips Menghindari Depresi Akibat Kurang Tidur). Balita dan anak prasekolah membutuhkan 11 sampai 14 jam tidur setiap 24 jam. Pada usia ini, penting untuk menjaga anak-anak pada jadwal waktu tidur teratur, bangun, dan waktu tidur siang serta waktu makan dan bermain.

4: Kegelisahan dalam Pemisahan
"Separation anxiety" bisa menambah masalah tidur. Berbicara, bernyanyi, bergoyang, Menggendong atau tambahan menyusui dapat berubah tahap menjadi kebiasaan buruk sepanjang malam. Sekitar 6 bulan, Anda dapat mendorong dia untuk kembali tidur sendiri. Selama bayi tidak muncul tanda-tanda sakit, bicaralah dengan lembut sambil menggosok punggungnya, tapi tidak menggendongnya atau memberinya makan. Lampu malam mungkin dapat menghibur balita yang takut gelap.

5: Waktu Tidur Yang tidak teratur
Melakukan hal yang sama setiap malam sebelum tidur membantu anak Anda mengenali perubahan dari yang terjaga menjadi tertidur. Buat sesuai usia, rutinitas tidur santai yang mencakup kegiatan seperti mandi, waktu cerita, makanan ringan, kemudian lampu dimatikan. Rutin harus sama setiap malam dan selalu harus berakhir di kamar anak Anda. Para ahli menyarankan Anda mulai rutin pada saat bayi Anda berusia 4 bulan.

6: Terjaga diMalam Hari
Apakah kecemasan dalam pemisahan itu disebabkan karena kurangnya rutin, atau hanya keinginan untuk mengendalikan lingkungan mereka. Beberapa anak menolak tidur atau menemukan alasan untuk tetap terjaga kemudian. Mereka mungkin meminta cerita lain, minuman, atau perjalanan kamar mandi. Pergilah ke kamar anak Anda dan bersikap tegas tapi meyakinkan. Kunjungan Anda harus semakin lebih pendek setiap kali. Beri mereka beberapa pilihan tentang waktu tidur, seperti urutan kegiatan tidur, tapi bukan waktunya.

7: Tidur Siang yang Cukup
Percaya atau tidak, jika anak-anak tidak cukup tidur pada siang hari, mereka sulit tidur di malam hari. Kebanyakan bayi membutuhkan dua atau tiga kali tidur siang. Balita membutuhkan setidaknya satu tidur siang, balita muda sering mengambil dua. Dan sebagian besar mereka masih melakukan tidur siang sampai lima kali. Menyetel ke suasana hati anak Anda. Jika dia rewel dan mengantuk, biarkan dia tidur siang. Tapi jangan biarkan dia tidur dekat dengan waktu tidur dan jangan melewatkan tidur siang.


8: Obstructive Sleep Apnea
Terkadang anak-anak tidak bisa tidur karena "sleep apnea obstruktif" yaitu suatu kejadian dimana saluran udara tersumbat, sering dengan pembesaran amandel dan jaringan-jaringan hidung yang disebut kelenjar gondok. Anak-anak dengan apnea tidur biasanya mendengkur keras dan tidur gelisah. Ini mempengaruhi sekitar 1 dari 100 anak-anak dan paling sering terjadi dari usia 3 sampai 7 tahun, ketika amandel dan kelenjar gondok mengalami gangguan. Perawatan termasuk operasi atau memakai masker hidung pada malam hari merupakan tips kesehatan yang bisa anda lakukan.

9: Mendengkur
Sekitar 10% anak tidur dengan mendengkur. Mereka bisa mendengkur karena berbagai alasan, termasuk apnea tidur, alergi musiman, gerah dari dingin, atau septum menyimpang. Jika tidur tidak terganggu, dokter anak Anda mungkin tidak akan mengobati mendengkur.
Namun Waspadai Jika Anak Anda Mendengkur,
Lihat dokter anak Anda jika anak Anda tidak tidur dengan baik karena mendengkur atau masalah pernapasan. Jika mendengkur mengganggu tidur dan bukan merupakan gejala apnea, dapat diobati dengan obat, seperti semprotan steroid hidung menyusut jaringan hidung.

10: Mimpi Buruk dan Teror Malam
Mimpi buruk biasanya tidak berbahaya. Mereka cenderung berakhir dengan masa remaja. Jika anak Anda memiliki mimpi buruk, dia mungkin sangat takut, dan ia dapat memberitahu Anda tentang hal itu. Selama teror malam itu terjadi, seorang anak mungkin takut bertindak namun mungkin masih tertidur. Tapi ketika dia bangun, dia tidak akan mengingatnya. Konsol anak Anda selama mimpi buruk yang dia alami. Pastikan ia mendapat cukup tidur dan memiliki waktu tidur rutin yang menenangkan. Bicarakan dengan dokter anak Anda jika mimpi buruk terus berlanjut.

11: Sleepwalking
Anak-anak yang memiliki teror malam juga sering berjalan dalam tidur. Ketika mereka hanya sebagian terjaga, mereka berjalan, berbicara, duduk di tempat tidur, atau melakukan kegiatan lainnya. Mata mereka mungkin terbuka, tapi mereka tidak menyadari. Kebanyakan anak-anak yang lebih besar tidur sambil berjalan. Jangan bangunkan ketika anak tidur sambil berjalan karena Anda dapat membuatnya takut. Dengan lembut membimbingnya kembali ke tempat tidur. Pastikan area sekitar dia aman: Kunci pintu dan memasang pintu pengaman di dekat tangga.

12: Alergi, Asma, dan Lainnya
Beberapa kondisi medis dapat membuat anak susah tidur. Hidung tersumbat akibat alergi, pilek, dan asma dapat membuat sulit untuk bernapas. Pada bayi, kolik, asam refluks, sakit telinga, atau nyeri karena gigi tumbuh juga dapat menyebabkan kurang tidur. Dokter anak Anda mungkin menawarkan bantuan untuk membantu anak Anda tidur lebih baik.

13: Obat umum
Kadang-kadang obat untuk mengobati kondisi suatu penyakit pada anak dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan antihistamin untuk mengobati pilek dan alergi dapat menyebabkan susah tidur. Efek samping untuk ADD / ADHD obat sering menyebabkan sulit tidur. Jika obat yang menyebabkan terganggunya tidur anak Anda, bicarakan dengan dokter anak Anda untuk mengubah obat, dosis, atau waktu pengobatan.

14: Perubahan Jam Tidur Remaja
Perubahan siklus tidur Seorang remaja selama masa remaja, membuatnya lebih waspada di malam hari dan mengantuk di pagi hari. Biarkan dia melakukan pekerjaan rumah pada malam hari dan tidur nanti jika dia bisa. Tapi remaja masih membutuhkan sedikitnya delapan jam waktu untuk tidur. 


Berikut beberapa Hal Yang bisa anda perhatikan untuk membantu anak mendapatkan tidur yang nyenyak

Berikan DOT atau Boneka Teddy Bear

Kadang-kadang memiliki obyek yang dekat dan akrab dapat membantu anak hanyut dan lebih tenang. Dot memenuhi kebutuhan bayi untuk menghisap dan dapat mendorong tidur terutama pada anak yang menyusui. Mainan khusus seperti selimut keamanan atau boneka binatang dapat menawarkan kenyamanan juga. White noise dapat meredam suara yang membuat bayi atau balita terbangun.

Membuat Ruang Tidur Lebih Baik untuk
Sebuah ruangan yang menyenangkan dapat membuat lebih mudah bagi anak Anda untuk tidur. Pastikan ruangan yang gelap atau lampu malam kecil dan suhu yang nyaman. Anak-anak mungkin merasa nyaman dengan pakaian ringan seperti baju terusan. Menjaga ruangan yang tenang. Menutup pintu jika anak Anda dapat mendengar TV atau kegiatan di tempat lain di rumah.

Tahu Berapa Banyak Tidur yang Tepat
Apakah anak Anda terkantuk-kantukdi mejanya? Sepuluh persen dari anak-anak sangat lelah akan tertidur selama sekolah. Anak-anak usia sekolahantara 5 dan 10 tahun membutuhkan setidaknya 10 jam tidur malam. Dia harus dapat tertidur dalam waktu setengah jam dapat tertidur dan harus bangun pada waktu yang dia butuhkan untuk memulai hari nya.

Kamar Tidur Yang Bebas Technologi
Dengan akses konstan ke ponsel, komputer, dan videogame, remaja bisa tergoda untuk sms, chatting, dan bermain, bukan tidur. Tapi seperti semua anak-anak dan orang dewasa, remaja membutuhkan rutinitas santai untuk tidur. Elektronik interaktif yangbekerja pada otak akan terus membuat anak remaja terjaga dan membuatnya mengantukkeesokan harinya. Jauhkan TV, komputer, dan telepon keluar dari kamar tidur dan jangan biarkananak remaja Anda tinggal sampai larut malamdengan barang-barang tersebut.

Stres danInsomnia
Ada banyak alasan anak-anak memiliki waktu yang sulit untuk tetap tertidur. Meskipun insomnia dapat memiliki penyebab fisik, anak-anak dan remaja sering juga mengalami stres. Mereka mungkin berpikir atau khawatir tentangpekerjaan rumah, hubungan, atau kegiatanhari berikutnya. Obat tidur bukanlah sebuah jawaban dan tips kesehatan yang tepat. Bantu mereka bersantai dengan pernapasanyang dalam dan rutinitas tidur tenang.


Nah, itulah tadi beberapa hal yang menyebabkan anak anda kesulitan dalam mendapatkan tidur yang nyenyak dan juga sedikit hal yang bisa anda perhatikan untuk membantunya mendapatkan kembali waktu tidur bagi sang buah hati yang kenzoo kemas dalam Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur. Semoga artikel ini bermanfaat buat anda.

0 komentar em “Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur”

Poskan Komentar